Senin, 27 Juni 2011

Salah satu nutrisi jiwa adalah banyak mengingat Allah

Salam sahabat,
Kali ini saya ingin menceritakan sebuah cerita nyata atau true story berdasarkan pengalaman kehidupan teman saya semasa SMP.
Saya menyebutnya adalah seorang wanita tangguh dan pantang menyerah. Walau hidup dalam keterbatasan ekonomi tapi dia menunjukkan pada saya dan pada dunia tempat dia tinggal, bahwa dia adalah wanita yang tidak mudah mengeluh. Dia memang anak yatim, ayahnya sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Namun itu yang tidak membuat dia menjadi seorang anak yang muram, mudah putus asa, dan lain-lain. Dia malah menunjukkan bahwa dia kuat, dia berani, dia mandiri.
Dia hidup dengan ibunya dan kedua adik-adiknya yang masih kecil. Ibunya bekerja sebagai petani yang menggarap sawah orang lain. Belum lagi dia juga harus mengurus neneknya. Terkadang saya sendiri iri dengannya. “Ya Allah, mengapa saya belum bisa mandiri seperti temanku itu?” pikirku.
Dari pengalaman kehidupan dia itu lah, saya menyimpulkan bahwa “Janganlah mudah menyerah dengan keadaan. Jangan mau dikalahkan oleh dunia. Justru sebaliknya, kalahkan dunia ini dan tunjukkan bahwa kamu bisa!”
Saya yakin diluar sana masih banyak lagi pengalaman yang serupa dengan teman saya itu. Dan ini hanya sebagian kecil dari cobaan hidup. Bersyukurlah dengan adanya cobaan. Itu tandanya Allah sayang kepada kita. Saya teringat kata-kata dari Azzam “KCB” bersyukurlah atas segala kejadian dan Allah akan memberi tambahan nikmat bagi hamba-hambanya yang bersyukur dalam menghadapi musibah.
Subhanallah, kata-kata itu menyadarkan saya. Kita tidak boleh mengeluh, jangan mudah putus asa atas cobaan yang diberikan Allah. Ingatlah Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya dan pastilah dibalik cobaan itu akan selalu ada hikmahnya. Semangat selalu sahabat. Dan selalu ingatlah kepada Allah. Semoga kita senantiasa menjadi hambaNya yang bersyukur. Amin amin ya Robbal’alamin.
Dari sahabatmu,
Husniati Salma

Jumat, 01 April 2011

Pesan Sebuah Tontonan

Berawal dari sebuah kegiatan baruku yaitu nge fans dengan novel, film maupun serial sinetronnya hhmm… apalagi kalau bukan Ketika Cinta Bertasbih itu hehe. Awal tau tentang KCB ini aku tidak mempermasalahkan “Kenapa aku bisa suka sama KCB ini??” tetapi lambat laun berubah. Sekarang aku baru memikirkannya. Aku sih jawabnya simple “Karena ini bukan sekedar tontonan tapi juga tuntunan” *eehh helooo sadar gak sih kamu ini husniati??* Ya jelas sadar dong. Tau gak, KCB ini banyak pelajaran yang bisa kita dapat loo. Terutama sih tentu nilai agama tapi juga ada nilai kehidupannya.

Aku pernah membicarakan KCB ini bersama ibuku. Ibuku tau memang KCB ini bagus tetapi gitu sih ibu jarang suka nonton sinetron hehe. Saat membicarakan itu, ibu bilang “Ibu suka deh sama adiknya Azzam itu, si Husna.” Lalu aku menjelaskan “Iya bu, aku juga. Husna memang luar biasa, dia selalu berusaha untuk tersenyum walau bagaimana pun keadaannya.” Ibu bilang “Nah memang seharusnya kita itu begitu. Dengan senyum itu tidak hanya menyenangkan hati orang lain yang melihat tapi juga menunjukkan bagaimana sifat kita.” Wow itu hebat hehe.

Setiap karakter tokoh dalam KCB ini memang berbeda-beda, yaiyalah setiap manusia itu berbeda-beda hehe. Aku uraikan satu-satu ya keempat tokoh KCB ini menurut diriku sendiri :

· Azzam : dewasa, agamanya kuat, sholeh, sabar, pekerja keras but aku kurang suka sifatnya yang terkesan kurang cepat tanggap dalam sebuah masalah hehe. Dalam KCB MRI baru-baru ini ya, masalahnya itu diselesaikan berbelit-belit *atau karena aku ngliatnya kebanyakan di rumah sakit gt ya?? Hhmm ….*

· Anna : dewasa, sholehah, pandai menjaga diri, emosional but it’s okey hehe aku kurang suka jika Anna itu mempersulit masalah. Di KCB MRI dia aja marah *mngkn panik huss* saat telpon dengan Azzam tentang keadaan Husna yang lagi sakit hehe

· Husna : dewasa, pintar bergaul, baik, teguh pendiriannya but dia itu lemah dalam urusan cinta juga kayak Furqon gitu haha *masa sih??* gak juga kok hehe

· Furqon : dewasa, pintar, rendah hati, not sombong, baik but ya gitu lemah dalam masalah cinta terbukti dia sudah pernah menduda karena bercerai dengan Anna *kalau inget cerita itu jadi sedih sendiri hehe*

Nah itu karakter mereka menurutku hehe kalau kurang berkenan maaf banget ya kang abik terutama dan semuanya :D

Baru lah aku sadar dengan ini semua. Dari KCB ini aku banyak mendapat pelajaran baru yang sebelumnya belum pernah aku ketahui jadi aku nggak nyesel suka sama KCB ini :D

Oh ya mumpung ingat, ada sesuatu yang aku temukan dalam fanspagenya Kak Arsyil (Furqon KCB). Ada sebuah wall yang sangat keren. Udah dulu banget sih lupa kapan hehe yang jelas waktu last episode KCB Spesial ramadhan 2010 kemarin itu plus tanggapan dari Kak Arsyil juga, ini dia :

Gimana gimana?? Itulah tanggapan mereka para fans KCB juga, sayang aku tidak menemukan lagi yang mengomentari Azzam, Anna dan Husna. Yang ku dapat cuma Furqon hehe maaf ya bukannya karena aku suka banget sama Furqon *tapi emang iya sih paling ngefans sama Furqon hihi xixi* but terlepas dari itu KCB the best kok.

Disini aku tahu bahwa setiap tontonan itu memiliki pesan sendiri-sendiri. So, jika kita menonton sesuatu, renungkan “Apa kesimpulan/hikmah dari aku menonton itu?” karena aku tau setiap tontonan itu ada kesimpulannya. Jangan sampai kita tidak tau apa apa. Iyaa sih tujuan mereka yang membuat tontonan itu adalah menghibur tapi pasti ada amanat nya juga kan. Nah temukan itu dalam setiap tontonan yang ada. Ambil yang positif, tinggalkan yang negative. Ambil mana yang terbaik untukmu, tinggalkan mana yang rugi untukmu.

Semoga bermanfaat,

Salam dari sahabatmu

Husniati Salma

Jumat, 11 Februari 2011

Secercah Tulisan

Pergaulan… NEGATIVE vs POSITIF??
Mau GAUL, WHY NOT??
Hai hai guys, yuuhuuu siapa sih yang gak kenal teman?? Yang namanya teman pasti ada deh dimana-mana baik yang udah kita kenal maupun yang belum kita kenal. Ya gak?? Kedua orangtua kita pun juga bisa dikatakan teman. Mereka lah yang selalu ada untuk kita, nah berterimakasih lah kepada mereka. Keluarga memang tempat kita mengenal pertama kali setelah kita lahir menyapa dunia ini. Tempat kedua kita adalah sekolah. Dalam sekolah kita dapat menemukan banyak hal baru yang sebelumnya belum kita kenal dan yang pasti kita dapat teman baru.

Nah mulai dari masa sekolah ini lah kita mengenal yang namanya pergaulan. Dan apasih pergaulan itu? Pergaulan itu bisa dikatakan sebagai wadah untuk kita berteman satu sama lain. Disini kita dituntut untuk bisa mendekatkan diri dengan teman kita. Di jaman sekarang ini remaja terutama cenderung terjerumus pergaulan bebas. Memang sih, pergaulan bebas itu salah satu kebutuhan hidup dari manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan. Tapi walau demikian, dari kita sendiri harus punya rasa sadar dong. Jangan sampai pergaulan yang bebas ini membuat kita benar-benar bebas melakukan apapun di pergaulan. Tetap ada batasan-batasan, ada norma-norma yang harus dilakukan agar kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang merugikan diri kita.
Ada rumor juga neh, katanya kalu gak ikut-ikutan teman gitu ntar dibilangin gak gaul, gak modif, gak gak apalah trus setelah dibilang begitu langsung berubah drastis dari sebelumnya. Klo ditanya kenapa berubah?? Kan gaul, jadi gaul dong masa jadul mulu. Kata-kata itu sering muncul di saat sekarang ini, but what is gaul itu?? Gaul itu adalah istilah untuk orang yang mengikuti perkembangan jaman. Kita boleh gaul tapi gaul sih dalam arti yang positif aja. Tentu setiap orang punya prinsip hidup masing-masing kan? Nah makanya jangan sok ikut-ikutan orang trus biar dibilang gaul. Itu sih biasa aja, ya kalo gaul nya bagus tapi kalo rada-rada gimana gitu kan jadi aneh juga. Dari sini lah kesadaran diri kita dibutuhkan. Pilih lah mana yang baik untuk dirimu sendiri. Oke guys??

Diberdayakan oleh Blogger.