Kamis, 06 Desember 2012

Semua Indah Pada Waktunya

25 September 2012, hari dimana mbak Diyah Kusumaningsih (management Andi Arsyil Rahman Putra) memberi kabar pada saya melalui sms yang membawa kabar menggembirakan, mengejutkan, sedih dan campur-campur rasanya :D mbak Diyah bilang "De, mba kabarin kamu jauh-jauh hari ya. Arsyil ada acara di Malang, Jatim tanggal 15 November 2012 nanti. Pas tanggal merah. Kalau kamu ada waktu datang ya." 

Perasaan saya bercampur-campur. Senang karena sudah mendapat kabar 2 bulan sebelum acara, bimbang karena saya ada UTS dulu bulan Oktober, dan sedih bagaimana caranya meminta izin ke orangtua :D Akhirnya, saya putuskan untuk konsentrasi UTS dulu. Saya sudah berjanji pada diri saya bahwa UTS ini harus bisa lebih baik dari pada ujian yang lalu dengan ini, saya bisa meminta izin ke orangtua dengan lebih percaya diri.

Bulan Oktober datang, UTS pun dimulai. Saya menyusun siasat untuk diam-diam mendaftar ke acara Talkshow kak Arsyil di Malang itu. Belum dapat izin dari orangtua tetapi saya beranikan diri untuk mendaftar dan memang saya niatkan, jika saya bisa ikut acara itu alhamdulillah tapi jika tidak jadi ikut, uangnya saya ikhlaskan saja untuk disumbangkan ke acara itu :D alhamdulillah, segalanya dimudahkan oleh ALLAH SWT. UTS yang pulang lebih awal dari pada hari-hari sekolah biasa yang sampai jam 3 sore ini memberikan saya kesempatan untuk mendaftar dan mentransfer uang untuk ikut acara itu.

UTS selesai ...1 bulan sebelum hari H, tantangan berikutnya menunggu. Bagaimana saya meminta izin kepada kedua orangtua saya? saya bingung. Di satu sisi, saya berpikir, saya ini sudah kelas XII apakah diperbolehkan jalan-jalan ke luar kota? Di sisi lain, saya ingin bertemu dengan kak Arsyil, mbak Diyah, ARFAMZ dan memperoleh ilmu dari acara itu. Dengan hati penuh harapan, saya beranikan diri untuk mengutarakan segalanya kepada kedua orangtua dan keluarga saya. Subhanallah ... walhamdulillah ... ALLAH Maha Kuasa, sujud syukur kehadiratNya. Keluarga saya menyetujuinya karena sekalian liburan katanya. Alhamdulillah ...

Hari demi hari berganti, minggu demi minggu berlalu. Saya mulai menyiapkan segalanya. Perjuangan untuk membukukan karya ARFAMZ yang dikumpulkan sejak bulan Oktober-November dalam rangka Milad ARFAMZ (Arsyil Familyz) yang ke 3 ini benar-benar membuat saya bingung. Namun, saya optimis, saya pasti bisa dan harus bisa. Mulai dari mengumpulkan karya, mendesain isi, mengatur semuanya, membuat cover, mencetak dan akhirnya membukukannya saya lakukan sendiri dengan support dari ARFAMZ yang membuat saya tetap semangat dan bantuan dari keluarga saya. Alhamdulillah ... buku ini akhirnya jadi tepat H-1 

ARFAMZ 1st Book
Dan ... hari H datang. 15 November 2012. Ketika hari itu datang, malamnya saya mendadak kurang enak badan. entah kenapa :( ya Allah ... bismillah ... saya niatkan hari ini saya berangkat ke Malang untuk menimba ilmu ya Allah ... hamba serahkan segalanya kepadaMu. Detak jam dinding menunjukkan pukul 3 pagi. Semua bersiap untuk berangkat. Ke Malang kali ini berbeda dengan perjalanan ke Malang bulan Maret 2012 yang lalu ketika akan bertemu dengan kak Oki Setiana Dewi. Dulu, aku berangkat ramai-ramai dengan keluarga dan beberapa teman-temanku. Tapi kali ini hanya aku dan keluargaku. Sedikit sedih sebenarnya, alhamdulillah saya mempunyai teman-temang seperti mereka. Mereka tahu, saya memimpikan kesempatan ini lama sekali. Mereka tetap mendukung dan memberi semangat untuk saya. Syukron katsir teman-temanku :*

Bismillah ... detak jam dinding menunjukkan pukul 4.15 pagi, saatnya berangkat. Perjalanan dari Tulungagung-Malang yang menempuh perjalanan 2.5-3 jam ini cukup melelahkan. Apalagi dengan keadaan saya yang sedang kurang enak badan.

Pukul menunjukkan jam 7.00 pagi. Perjalanan lebih cepat. Di jalan, saya mendapatkan banyak sekali sms-sms yang memenuhi inbox hp saya. Ucapan demi ucapan masuk. Mulai dari teman-teman saya, ARFAMZ dan yang lain memberikan semangat bagi saya. Terimakasih :* tak lupa saya membuat janji dengan beberapa ARFAMZ yang ikut acara ini juga. Mereka adalah kak Fenny, kak Fany, kak Manda dan Kak Nufita. Sesampainya di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang, saya disambut oleh kak Fenny. Pertemuan pertama kali ini sangat berkesan, terasa langsung akrab. Kita memang sama-sama berasal dari Tulungagung tetapi belum pernah bertemu sebelumnya :D 

Masuk gedung bersama kak Fenny, duduk juga bersamanya. Bercanda, cerita, macam-macam :D dan datanglah kak Manda. Kak Manda duduk sebelahku dengan saya berada ditengah-tengah mereka. Sebenarnya, kak Fany sudah standby di tempat acara sejak sebelum jam 7 tapi belum bertemu saya hehe akhirnya, saya ajak kak Fany duduk didepanku. Kemudian datang seseorang, ARFAMZ juga kata kak Manda, kak Ade namanya. Kenalan denganku. Tapi saya masih bingung dan belum menyadari "ini kak Ade siapa?" hehe 

Acara dimulai jam 8.30 dengan pemateri pertama yaitu Ustadz Jamalullail Yunus bersama dengan istri beliau. Beliau memaparkan tentang pentingnya penanaman akhlak pada generasi muda bangsa ini. Beliau juga kisah keluarga beliau yang beliau bina dengan istri beliau. Subhanallah ... cerita yang inspiratif. Anak-anak beliau tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan sholih sholihah, insyaAllah. Dari sini saya sadar bahwa saya bukan apa-apa dibandingkan mereka. Pengetahuan agama dan kecerdasan emosional saya yang masih rendah. Dan benar kata Rasulullah bahwa dalam menuntut ilmu kita haruslah menengok ke atas agar kita mau belajar. Saya temukan banyak hikmah dari sini. 

Ustadz Jamalullail Yunus beserta Istri :)
1.5 jam berlalu. Usai sudah waktu yang diberikan untuk pemateri pertama. Sekitar pukul 10 pagi, MC memanggil moderator untuk pemateri kedua. Yang ini membuat deg-degan hehe. Ternyata moderator ini mengerjai peserta ya -,- moderator bernama kak Wawan ini memang lucu :D sebelum kak Arsyil dipanggil memasuki acara, sebelumnya, saya dan ARFAMZ menemui mbak Diyah dulu yang sudah masuk tempat acara lebih dahulu. Ada acara hiburan dulu dari adik-adik SDIT Intan Permata, Malang.

Adik-adik SDIT Intan Permata
Ini yang ditunggu-tunggu. Pemateri yang kedua. Andi Arsyil Rahman Putra yang dengan tiba-tiba memasuki tempat acara membuat semua peserta kaget :D

Andi Arsyil Rahman Putra memasuki tempat acara :)

Sebelum memulai talkshow, kak Arsyil terlebih dahulu bercanda-canda dengan adik-adik SDIT yang sedang perform tadi :D






Ini yang kusuka dari kak Arsyil, tetap ramah dengan setiap orang termasuk dengan adik-adik :D kak Arsyil suka dengan anak kecil :D acara talkshow pun dimulai. Kak Arsyil memulai talkshow dengan bercerita tentang kisah hidupnya yang dulu susah. Kak Arsyil termasuk orang yang mandiri meskipun ayahnya adalah seorang dosen salah satu perguruan tinggi ternama di Makassar. Namun, dengan beban menafkahi 7 orang anak itu terasa berat jika hanya mengandalkan uang dari gaji dosen yang saat itu tidak seberapa. Kak Arsyil sadar akan hal itu dan itu membuatnya bersemangat untuk hidup mandiri. Sejak SMA kak Arsyil sudah mulai bekerja. Mulai dari menjadi guru les, bekerja di salah satu perusahaan dan yang lain untuk membantu perekonomian keluarganya, ya minimal untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Kisah yang diceritakan kak Arsyil dengan membuka memori yang lama dalam kehidupannya, membuatnya tak kuasa dengan tidak sadar, kak Arsyil menitikkan air mata yang membuat semua peserta hanyut dalam ceritanya.

Talkshow Andi Arsyil Rahman Putra
Kak Arsyil bercerita tentang banyak hal. Memberika inspirasi dan motivasi untuk jangan pernah menyerah dalam hidup ini. Hidup adalah sebuah proses. Belajar dari benih tumbuhan yang menikmati proses. Jika proses yang kita ambil itu baik maka baik pula hasilnya dan sebaliknya jika proses yang kita ambil itu merugikan maka akan rugi juga hasilnya. Berusahalah, jangan berhenti berharap, serahkan hasilnya kepada ALLAH dan yang penting adalah bersyukur :)

Penutupan Talkshow
1.5 jam berlalu ... acara talkshow berakhir. Sekitar pukul 11.40, saya dan ARFAMZ yang sebelumnya berbincang-bincang dengan mbak Diyah, akhirnya menunggu kak Arsyil, mbak Diyah dan mbak Ayu di luar tempat acara. Kak Nufita ketinggalan euy di dalam hehe rupanya kak Nufita foto bareng kak Arsyil di ruangan Artis di dalam tempat acara. Kami menunggu dengan berputar-putar, bingung juga mencari mereka hehe. 10 menit berlalu, akhirnya mereka keluar. Dan tentu tahu bagaimana suasananya. Sesak. Kak Arsyil tetap dengan senyumnya itu dikerubuti fansnya :D

Kita telah membuat janji dengan mbak Diyah untuk ikut rombongan kak Arsyil untuk ke sebuah tempat yang tidak begitu jauh dari tempat acara. Alhamduillah ... kita mendapat kesempatan sekitar setengah jam untuk sharing dengan kak Arsyil di tempat itu. Sharing banyak hal dengan santai dan bercanda tawa. Subhanallah ... itu diluar bayangan saya :D

Setengah jam berlalu, mbak Diyah dengan tergesa-gesa menawarkan kita untuk foto bersama kak Arsyil. Setelah kak Arsyil pulang ke Jakarta, ARFAMZ masih berkumpul di tempat itu. Ada seorang ARFAMZ yang bilang kak Ade Astri. Dan saya baru sadar bahwa kak Ade yang tadi itu kak Ade Astri yang dari Surabaya yang biasa komunikasi dengan saya melalui chat FB. Ya Allah ... kak Ade, maafkan aku. Saya baru sadar :( langsung, saya peluk kak Ade. Sejak lama juga saya ingin berjumpa dengannya, akhirnya bertemu meski saya lupa dengannya. maaf yaa kakak :(

With kak Arsyil


ARFAMZ dan kak Arsyil (1)


ARFAMZ dan kak Arsyil (2)

With all :) kak Manda, kak Arsyil, Kak Fany, kak Ade
Subhanallah walhamdulillah ... itu yang bisa saya ucapkan. Bersyukur kepada Allah yang karena ridhoNya akhirnya saya bisa bertemu dengan mereka semua di kesempatan kedua ini. Kegagalan di kesempatan pertama saat saya ke Jakarta bulan Juni 2012 yang lalu karena saya harus segera pulang :( . Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan yang lebih indah. Bertemu dengan orang-orang hebat. Motivator bagi saya untuk menjadi yang lebih baik kedepannya. Alhamdulillah ... semoga kita bertemu lagi suatu saat nanti yaa :)

Oh ya, ada yang tertinggal :D ini tanda tangan dan ucapan dari kak Arsyil di buku HOPE (buku ke 3 kak Arsyil) yang saya milik. Oleh-oleh dari Jakarta yang disampaikan kak Elly (ARFAMZ Jakarta) ditengah-tengah kegelisahan saya waktu itu :D Alhamduliillah ...


-6 Desember 2012- Husniati Salma Didu Arfamz :)

Jumat, 29 Juni 2012

Mereka yang selalu tersenyum (^___^)


Jalan raya, tak selalu membawa rasa kegelisahan dan kekhawatiran bagi kita. Dibalik marabahaya yang ada di jalan raya, menyimpan pelajaran berharga yang menginspirasi kita. Terkadang malah membuat kita malu dengan mereka.
Hari kamis malam jum’at tanggal 28 Juni 2012, saya berkesempatan untuk menelusuri jalan raya kota Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia. Tidak seperti biasanya, kali ini saya begitu terkagum-kagum dengan sosok yang sederhana dan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya. Sosok yang berada di pinggir jalan itu dengan sabar memberi arahan kepada sopir mobil atau motor yang akan memparkirkan kendaraannya. Ya, dialah seorang juru parkir atau biasa disebut jukir.
Bapak itu mengingatkan saya pada bapak saya sendiri. Subhanallah, itulah pengorbanan seorang bapak/ayah untuk keluarganya. Memikul tanggungjawab member nafkah untuk kebahagiaan istri dan anak-anaknya. Satu hal yang saya suka dari bapak itu, meski hidupnya pas-pasan atau kadang malah kekurangan, beliau senantiasa tersenyum dan tetap bersenda gurau dengan anaknya yang masih kecil. Sungguh, pemandangan yang sangat menyejukkan hati. Saya ikut tersenyum melihatnya.
Di tempat lain yang tak begitu jauh dari bapak jukir itu, ada seorang kakek yang tengah duduk di trotoar jalan. Kakek itu terlihat tak berdaya untuk berdiri. Saya amati kakek itu dengan seksama dan begitu sadar, saya langsung terkaget-kaget seraya berkata dalam hati, “Allahu Akbar, sungguh, kesempurnaan hanya milikmu Ya Allah.” Ternyata kakek itu memiliki fisik yang tak sempurna. Begitu sedih hati ini. Dalam pikiran saya ini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan. Kemanakah keluarganya? Apa yang kakek itu lakukan? Mengapa orang-orang disekelilingnya hanya diam saja? Apa yang harus saya lakukan?
Memang, kakek itu sudah berada disitu sejak lama. Setiap pulang sekolah, saya biasa menyempatkan diri untuk menengok kakek itu meskipun tanpa menyapanya. Ya Allah, maafkan hamba. Tetapi saya banyak belajar dari kakek itu. Keterbatasan bukan halangan untuk tetap mencari kehidupan. Kakek itu benar-benar sudah tak berdaya. Kaki dan tangan seperti lumpuh. Mulutnya tak berkata-kata. Namun, saya perhatikan, kakek itu tetap tersenyum. Mungkin tak banyak orang yang tahu jika kakek itu tersenyum, tapi saya melihatnya tersenyum. Dengan harapan yang tak pernah putus serta doa dan usahanya, kakek itu tetap berjuang untuk bisa hidup diantara kerasnya jalanan ini. Subhanallah.
Sayang, saya tak sempat mengambil gambarnya T__T jika ada fotonya mungkin bisa lebih lengkap hehe afwan ... 




Kamis, 03 Mei 2012

Belajar untuk Bersyukur yuuukkk ...!!!


Lihatlah dan bukalah mata hatimu
Melihatnya lemah terluka
Namun semangatnya tak kan pernah pudar
Hingga Tuhan kan berikan jalan…
(penggalan lagu Erry band – Mata Hati)

Apa yang Anda pikirkan tentang penggalan jalan itu? Untuk siapakah lagu tersebut? Yaaa, lagu itu seolah-olah menyadarkan kita, membuat kita malu dan membangkitkan semangat kita bahwa itulah hidup. Antara satu dengan yang lain memang berbeda. Ada orang yang beruntung mendapatkan hidup yang cukup, ada pula orang yang lebih beruntung mendapatkan hidup yang kekurangan. Mengapa saya mengatakan bahwa hidup orang yang kekurangan adalah orang yang lebih beruntung? 


Cobalah, mari kita merenung. Apakah Anda pernah memperhatikan bagaimana kehidupan orang-orang dibawah kita yang secara materi, kita jauh lebih baik daripada mereka? Jika belum, sempatkan waktu untuk itu karena dari situlah kita dapat belajar dan menjadi tahu kehidupan yang sebenarnya. Jika sudah, apa yang Anda dapatkan dari mereka? Terkadang mereka memang seolah-olah menjerit dan menangis bahkan ada penyesalan mengapa dilahirkan dalam kehidupan yang seperti itu. Jelas, mereka tak menginginkan hidup yang seperti itu. Tapi, itu lah kenyataannya. Apa yang bisa mereka lakukan?
Ya, hanya dengan SATU harapan yaitu harapan untuk hidup yang lebih baik di masa depan yang suatu hari nanti akan terwujud, mereka gantungkan asa untuk terus menjalani hidup dengan penuh semangat. Tak peduli bagaimana keadaan mereka, fisik yang kurang sempurna pun tak lagi menjadi masalah bagi mereka.
Harusnya kita malu. Malu dengan mereka. Saat kita yang beruntung ini dengan mudahnya mendapatkan sesuatu tanpa harus bersusah payah, lihatlah mereka yang harus bekerja sekuat tenaga mereka, sampai harus mengubur dalam-dalam niat untuk belajar di sekolah karena mereka merasa tidak akan bisa hidup jika hanya dengan begitu-begitu saja.
Bahkan terkadang kita mengeluh, putus asa sampai-sampai ingin mengakhiri hidup ini. Apa yang kalian pikirkan? Hidup tak hanya sampai disitu saja. Apa dengan kematian, kalian bisa tentram pada akhirnya? TIDAK. Ingatlah masih ada kehidupan lain yang menunggu kita setelah kematian yang jauh lebih menyeramkan dari dunia ini jika kita hanya berpikir pendek dengan pikiran ingin mengakhiri hidup. Hidup kita sudah digariskan oleh Allah, mengapa kita malah menyalahi aturan yang ada?
Jalani hidup dengan sebaik-baiknya, semangat yang tak pernah padam dan rasa syukur yang luar biasa luasnya untuk Allah Yang Maha memberi kehidupan. Allah sangat sayang kepada kita, bahkan kita tak perlu membayar untuk berliter-liter oksigen yang kita hirup seumur hidup kita. Kita cukup mempergunakannya dengan hal yang bermanfaat dan meniatkan segalanya untuk beribadah dan harapan agar dapat hidup yang lebih baik nantinya. Allah Maha Adil. Percayalah! Kita membutuhkan ujian dari-Nya untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.
Rezeki sudah diatur oleh Allah. Kita hanya tinggal menjemput rezeki itu. Teruslah berjalan, yakinlah Allah akan selalu bersama kita dan akan selalu membantu kita. Ingatlah selalu kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kita berserah diri.


“Ketika rasa iri, mengeluh dan rasa putus asa mendera jiwa, ingatlah bahwa masih banyak orang-orang dibawah kita (orang-orang yang lebih beruntung). Belajarlah dari senyuman penuh syukur dan semangat yang tak pernah hilang dari mereka, meski terkadang hidup memberikannya banyak duri tajam yang tak jarang membuatnya terluka. Sungguh, kau akan temukan banyak pelajaran hidup dari mereka.”
-Husniati Salma-

Selasa, 14 Februari 2012

Belajar dari Kerasnya Kehidupan

BBM-an (Berdoa, Berusaha, Menggapai Mimpi dan Cita-cita)

Ada sebuah pelajaran yang diberikan oleh kedua Ibu Guru ku yaitu guru kimia dan guru biologi. Mereka adalah guru-guru yang hebat. Dari pengalaman yang mereka ceritakan itu aku banyak mendapat pelajaran baru yang tidak diajarkan dulu di sekolah. Pelajaran ini memang tak ada dalam pelajaran-pelajaran formal. Pengalaman-pengalaman mereka itu hebat banget.

Guru kimia ku itu adalah seorang guru alumni UNESA Surabaya, ITB Bandung dan salah satu Univeritas di Australia jurusan Kimia. Beliau seorang wanita yang tangguh. Beliau mengajarkanku tentang perjuangan pantang menyerah dari seorang anak desa yang tak punya apa-apa tapi mampu membuktikan bahwa anak desa berhak untuk menuntut ilmu sampai ke luar negeri. Saat keadaan kelasku seperti di kuburan *katanya* karena sunyi banget sih murid-muridnya pada loyo hehe, satu kalimat yang slalu beliau katakan untuk aku dan teman-teman di kelas *karena kebetulan hanya kelasku saja yang diajar oleh beliau hehe* yaitu “HARI INI TIDAK BOLEH MALAS, BESOK BOLEH”. Waaawww daleeem banget maknanya. Kata beliau kata-kata itu diperoleh dari ibunya saat beliau berada di rumah dulu sebelum kuliah. Ibunya slalu menempelkan tulisan kata-kata itu di tempat-tempat strategis seperti dapur, kamar, kamar mandi, dll. Mulai dari kata-kata itu lah semangat ibu guru kimia itu terpacu dan akhirnya menyelesaikan pendidikannya di Australia.

Sungguh, kagum aku dibuatnya. Begitu kuat makna dari kata-kata itu. Selain menceritakan hal itu, ibu guru kimia ku itu selalu menceritakan kakak-kakak kelasku yang sukses, kisah teman-teman beliau yang dikenangnya. Cerita-cerita dari beliau itu menggugah semangat ku untuk mencapai apa yang aku cita-cita kan. Terbukti dengan kerja keras ibu guru kimia itu menunjukkan kegigihannya.

Guru ku yang kedua, guru biologi adalah seorang wanita yang baik sebenarnya. Kenapa aku bilang begitu? Maaf ya bu, terkadang sifat cueknya muncul sih ehehe. Banyak pesan yang disampaikan ibu guru biologi. Beliau berkata “Anak-anak, tolong ya! Ibu mohon sekali, ibu hanya minta ini saja dari kalian! SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA, IBU MOHON “JAGA DIRI” KALIAN!” nah, apa maksud kata-kata itu “JAGA DIRI” ?? artinya agar kita tidak terjerumus dalam sesuatu yang merugikan kita. Aku tahu beliau membicarakan apa. Beliau prihatin dengan anak muda sekarang yang masih kecil sudah mulai “berpacaran”. Kan dalam agama Islam tidak ada istilah itu. Beliau juga berkata “MASA DEPAN KALIAN ITU MASIH PANJANG, JANGAN RUSAK DIRI KALIAN SENDIRI DENGAN SESUATU YANG HANYA SENANG SEBENTAR TAPI MENYESAL SELAMANYA!! KALIAN SUDAH ANAK MAN/SMA, KALIAN PASTI SUDAH BISA MENGETAHUI MANA YANG BAIK DAN MANA YANG BURUK BAGI KALIAN. INGAT ANAK-ANAK, APAPUN YANG KALIAN LAKUKAN, BAIK ITU PERBUATAN BAIK MAUPUN BURUK SEMUA JUGA BERIMBAS KE ORANG TUA KALIAN. APA KALIAN TIDAK KASIAN KEPADA KEDUA ORANG TUA KALIAN!!”

jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain

Woooww… ibu memang sungguh hebat. Kata-kata itu menggetarkan jiwaku. Kata-lata itu sama seperti yang pernah dikatakan ibuku sendiri :O ooohh ibuku … aku menyayangimu!

So, ingatlah itu sahabat. Dari cerita itu bisa aku simpulkan bahwa sebaik baiknya guru adalah pengalaman kita. Kiata mendapat banyak pelajaran baru dengan pengalaman-pengalaman itu.

Kak Arsyil pernah bilang “Hidup dengan penuh keajaiban tidak harus memiliki semuanya dengan sempurna, tapi kita dapat embuatnya sempurna dengan mengambil “keajaiban” di balik segala ketidaksempurnaan itu. Belajar dari kehidupan, bekerja keras untuk masa depan dan memohon kepada Yang Maha Menentukan.”

Memang benar belajar dari kehidupan itu penuh makna. Namun, mungkin tidak semua pelajaran atau hikmah dibalik kerasnya kehidupan ini kita sadari. Sungguh Allah Maha Tahu mana yang tebaik untuk hambanya.

Semoga bermanfaat,
Salam sahabat :)

Minggu, 15 Januari 2012

Putuskan.. dan jadilah yang TERBAIK!


Note dari SETIA FURQON KHOLID

Sahabat Setia, untuk menjadi besar banyak diantara kita yang berpikir untuk melakukan segalanya, mengerjakan semuanya. Namun sadarkah sahabat, bahwa waktu kita di dunia ini sangat terbatas, dan di dalam rentang waktu itu kita dituntut untuk berprestasi dan mengukir makna. Hingga saat kita menghadap Ilahi, banyak orang menangisi kepergian kita, dan kita tersenyum bahagia karena telah memberi banyak kebermanfaatan untuk sesama. Nah, pertanyaannya apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut?

Dari 20 orang terkaya di dunia, ternyata hanya 2 orang yang dianggap konglomerat (punya lebih dari satu usaha). 5 jajaran tertinggi ditempati orang yang fokus pada bisnis yang dirintisnya. Misalnya, Bill Gates, Laksmi Mittal, dan Warren Buffet. Bill Gates yang terkenal dan Mirosoftnya pun tidak tertarik dengan pengembangan desain yang sekarang dikuasai Adobe, Laksmi Mittal dengan perusahaan bajanya, dan Buffet dengan kelihaiannya berpialang saham.

Ternyata di zaman Rasulullah, para sahabatpun hampir semuanya mempunyai keahlian spesifik, hal itulah yang membuat mereka beda dan menjadi yang terbaik di bidangnya. Abdurrahman Bin Auf tidak dikenal sebagai seorang panglima perang, namun sedekahnya yang pernah mencapai Rp.42,9 M sangat mengesankan, Khalid Bin Walid bukanlah seorang negarawan, namun kegagahannya di medan perang sangat diperhitungkan. Dialah satu-satunya panglima yang selama mendapatkan amanah tidak pernah mengalami kekalahan.

Lalu, bagaimana dengan pendapat, "Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang?" Ternyata, pernyataan ini cocok untuk paradigma investasi. Misalnya, saat kita mau menginvestasikan harta kita ke dalam properti (rumah, kost-kostan, apartemen, dll) jangan lupa bahwa properti pun ada trennya. Bahkan pernah di Jepang nilai properti turun hingga puluhan persen dalam jangka waktu 10 tahun. Saat tahun ini orang sedang mengandrungi investasi logam mulia, bisa jadi dengan perkembangan ekonomi dunia, membuat harga emas turun dalam jangka waktu tertentu .Nah, disinilah kejelian para investor untuk tidak memfokuskan investasi hanya pada satu tempat saja.

Jadi, yuk kita mulai renungkan dan putuskan, apa yang akan kita lakukan di di dunia yang sangat singkat ini, lalu fokuslah untuk menjadi yang terbaik dan bermanfaat dengan pilihan hidup kita.  Mulailah merancang pencapaian-pencapaian yang membuat duniapun tersenyum.

Jika kau bertekad  jadi pemimpin, bertekadlah menjadi pemimpin adil nan penuh kasih sayang
Jika kau bertekad jadi pengusaha, bertekadlah menjadi pengusaha nan jujur dan setia pada kebermanfaatan
jika kau bertekad jadi ilmuwan, bertekadlah menjadi ilmuwan yang rendah hati dan setia pada kebenaran
Apapun profesimu, manapun jalan hidup yang kau pilih. FOKUS dan TEBARLAH KEMANFAATAN.

Khoirunnas anfa'uhum linnas..
Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama
Diberdayakan oleh Blogger.