Selasa, 14 Februari 2012

Belajar dari Kerasnya Kehidupan

BBM-an (Berdoa, Berusaha, Menggapai Mimpi dan Cita-cita)

Ada sebuah pelajaran yang diberikan oleh kedua Ibu Guru ku yaitu guru kimia dan guru biologi. Mereka adalah guru-guru yang hebat. Dari pengalaman yang mereka ceritakan itu aku banyak mendapat pelajaran baru yang tidak diajarkan dulu di sekolah. Pelajaran ini memang tak ada dalam pelajaran-pelajaran formal. Pengalaman-pengalaman mereka itu hebat banget.

Guru kimia ku itu adalah seorang guru alumni UNESA Surabaya, ITB Bandung dan salah satu Univeritas di Australia jurusan Kimia. Beliau seorang wanita yang tangguh. Beliau mengajarkanku tentang perjuangan pantang menyerah dari seorang anak desa yang tak punya apa-apa tapi mampu membuktikan bahwa anak desa berhak untuk menuntut ilmu sampai ke luar negeri. Saat keadaan kelasku seperti di kuburan *katanya* karena sunyi banget sih murid-muridnya pada loyo hehe, satu kalimat yang slalu beliau katakan untuk aku dan teman-teman di kelas *karena kebetulan hanya kelasku saja yang diajar oleh beliau hehe* yaitu “HARI INI TIDAK BOLEH MALAS, BESOK BOLEH”. Waaawww daleeem banget maknanya. Kata beliau kata-kata itu diperoleh dari ibunya saat beliau berada di rumah dulu sebelum kuliah. Ibunya slalu menempelkan tulisan kata-kata itu di tempat-tempat strategis seperti dapur, kamar, kamar mandi, dll. Mulai dari kata-kata itu lah semangat ibu guru kimia itu terpacu dan akhirnya menyelesaikan pendidikannya di Australia.

Sungguh, kagum aku dibuatnya. Begitu kuat makna dari kata-kata itu. Selain menceritakan hal itu, ibu guru kimia ku itu selalu menceritakan kakak-kakak kelasku yang sukses, kisah teman-teman beliau yang dikenangnya. Cerita-cerita dari beliau itu menggugah semangat ku untuk mencapai apa yang aku cita-cita kan. Terbukti dengan kerja keras ibu guru kimia itu menunjukkan kegigihannya.

Guru ku yang kedua, guru biologi adalah seorang wanita yang baik sebenarnya. Kenapa aku bilang begitu? Maaf ya bu, terkadang sifat cueknya muncul sih ehehe. Banyak pesan yang disampaikan ibu guru biologi. Beliau berkata “Anak-anak, tolong ya! Ibu mohon sekali, ibu hanya minta ini saja dari kalian! SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA, IBU MOHON “JAGA DIRI” KALIAN!” nah, apa maksud kata-kata itu “JAGA DIRI” ?? artinya agar kita tidak terjerumus dalam sesuatu yang merugikan kita. Aku tahu beliau membicarakan apa. Beliau prihatin dengan anak muda sekarang yang masih kecil sudah mulai “berpacaran”. Kan dalam agama Islam tidak ada istilah itu. Beliau juga berkata “MASA DEPAN KALIAN ITU MASIH PANJANG, JANGAN RUSAK DIRI KALIAN SENDIRI DENGAN SESUATU YANG HANYA SENANG SEBENTAR TAPI MENYESAL SELAMANYA!! KALIAN SUDAH ANAK MAN/SMA, KALIAN PASTI SUDAH BISA MENGETAHUI MANA YANG BAIK DAN MANA YANG BURUK BAGI KALIAN. INGAT ANAK-ANAK, APAPUN YANG KALIAN LAKUKAN, BAIK ITU PERBUATAN BAIK MAUPUN BURUK SEMUA JUGA BERIMBAS KE ORANG TUA KALIAN. APA KALIAN TIDAK KASIAN KEPADA KEDUA ORANG TUA KALIAN!!”

jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain

Woooww… ibu memang sungguh hebat. Kata-kata itu menggetarkan jiwaku. Kata-lata itu sama seperti yang pernah dikatakan ibuku sendiri :O ooohh ibuku … aku menyayangimu!

So, ingatlah itu sahabat. Dari cerita itu bisa aku simpulkan bahwa sebaik baiknya guru adalah pengalaman kita. Kiata mendapat banyak pelajaran baru dengan pengalaman-pengalaman itu.

Kak Arsyil pernah bilang “Hidup dengan penuh keajaiban tidak harus memiliki semuanya dengan sempurna, tapi kita dapat embuatnya sempurna dengan mengambil “keajaiban” di balik segala ketidaksempurnaan itu. Belajar dari kehidupan, bekerja keras untuk masa depan dan memohon kepada Yang Maha Menentukan.”

Memang benar belajar dari kehidupan itu penuh makna. Namun, mungkin tidak semua pelajaran atau hikmah dibalik kerasnya kehidupan ini kita sadari. Sungguh Allah Maha Tahu mana yang tebaik untuk hambanya.

Semoga bermanfaat,
Salam sahabat :)
Diberdayakan oleh Blogger.