Rabu, 28 Januari 2015

Kesederhaan Seorang Ibu

Assalaamu'alaikum wr wb 


Salam untuk semuanya. Sekian lama tidak posting di blog ini, kangen itu tiba-tiba muncul dalam diri. Di awal tahun 2015 ini, saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya beberapa bulan yang lalu. Berlatar belakang di sebuah gerbong kereta api yang membawa para penumpang (termasuk saya di dalamnya) menuju kota gudeg.

Kereta Api Malioboro Ekspres

Bertemu dan duduk bersama dengan sosok ibu dengan penampilannya yang sederhana. Saya cukup lama memperhatikan beliau. Kemudian dengan mengejutkan saya, beliau memulai pembicaraan. Beliau bertanya, "Mbak, turun dimana?". "Saya turun di stasiun tugu bu." Jawab saya seraya mengembangkan senyuman. Beliau berhenti berbicara sejenak. Saya juga sungkan untuk meneruskan hehe. "Mbak, sering pergi sendirian dengan jarak jauh seperti ini?". "Tidak terlalu sering bu, kebetulan saya ada kesempatan untuk ketempat itu, akhirnya memberanikan diri untuk kesana. Ibu sendiri?". "Iya mbak, saya sendiri. Saya ingin menemui anak dan cucu saya di Jogja." Dalam hati saya berpikir, "Ternyata ibu ini sudah mempunyai cucu."

Tiba-tiba beliau menunjukkan sebuah undangan pernikahan keluarganya sambil berkata, "Saya mau memberikan undangan ini kepada anak saya. (sambil menunjukkan nama calon pengantin) Di keluarga saya banyak yang memiliki title/gelar lebih dari satu mbak. Rata-rata sampai tiga gelar dibelakang namanya. Anak saya sendiri sudah lama bekerja di Jogja, menantu saya orang luar negeri. Saya sendiri memang bukan orang yang memiliki pendidikan tinggi. Bisa jadi, dalam keluarga besar saya, saya lah orang yang paling rendah pendidikannya. Tapi saya tidak ingin, anak saya seperti saya. Alhamdulillah anak saya mendapat dua gelar sarjana mbak. Sudah lama saya tidak bertemu dengannya dan dengan cucu-cucu saya. Saya kangen mbak. Jadi sekalian saya menemuinya, selain untuk menyerahkan undangan pernikahan ini, saya ingin bertemu dengannya dan cucu-cucu saya. "

Saya tercengang dengan cerita dari beliau. Tidak disangka sama sekali. Seorang ibu dengan kesederhanaannya ternyata memiliki anak yang luar biasa. Saya jadi penasaran dengan anaknya itu. Beruntungnya dia memiliki ibu yang luar biasa seperti beliau.

"Mbak cantik dengan jilbabnya. Saya ingin bisa memakai jilbab seperti mbak. Saya sadar, saya sudah tua, ibadah saya kurang. Sholat masih bolong-bolong. Ingin sekali memakainya. Doakan saya yaa mbak." Sambung beliau.

Kalimat itu membuat saya bergetar. Yaa Allah, niat beliau yang mulia, mudahkan Yaa Allah. aamiin. Siapa sangka, ibu tersebut memiliki niat dan muhasabah diri yang kuat dalam hatinya namun belum terealisasi. Untuk siapapun, seluruh umat muslim, semoga engkau diberi kemudahan dan kekuatan untuk melaksanakan niat itu. Aamiin.

Lima jam berlalu, kereta pun akhirnya sampai dengan selamat di kota gudeg. Rencana Allah yang sungguh indah dari setiap kejadian yang kita lalui di dunia ini, selain menemukan tempat baru, pengalaman baru, Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang luar biasa. Maka, ambil lah hikmah dari setiap kejadian dalam hidup ini. Jadikan muhasabah diri, jadilah pribadi yang lebih baik. KEEP HAMASAH :)


Husniati Salma
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

[jangan lupa tinggalkan komentar anda!!! ^_^]

Diberdayakan oleh Blogger.