Jumat, 05 Agustus 2016

Ketika Pendidikan dan Kreativitas Berjalan Bersama

Cerita berawal dari pertemuan bersama blogger Tulungagung untuk membahas proker ke depannya. Hari itu terasa sangat berbeda karena menjadi pengalaman saya yang pertama di pagi hari harus 'mendaki' gunung dengan sepeda mesin saya menuju desa yang bernama desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Ternyata disana menyimpan pemandangan yang luar biasa. Keasrian pun masih sangat terjaga hingga akhirnya memunculkan kekaguman pada desa ini.

Iya, desa ini digadang-gadang menjadi desa wisata maka dalam seketika seperti ada petir yang menyambar hehe saya pun ikut semangat memulai pembicaraan dengan salah satu tokoh masyarakat disana.

Hhhmm .. ngomong-ngomong dari awal bahasa tulisannya resmi dan tegang banget yaa hehe. Cukup-cukup mari kita kembali ke TKP #eh. Cerita di atas adalah benar adanya. Saya cukup latepost dalam memposting tulisan ini hehe tapi lebih baik ditulis kan yaa dari pada tidak sama sekali? :D

SMK Putra Wilis Sendang
Desa itu membuatku kagum. Pernah liat atau minum air putih yang di dalam kendi tp terasa seperti air es meski tidak dimasukkan ke dalam lemari es? Naaah Anda harus mencoba datang ke tempat ini hehe. Ada sebuah warung disana, namanya "warung gunung". Warung tersebut adalah warung yang dikelola oleh para siswa-siswi SMK Putra Wilis atau mereka menyebutnya "sekolah terpencil".

Mengapa terpencil? Karena memang lokasinya berada di salah satu puncak dari gunung Wilis. Katanya, tidak ada lagi bangunan di atas dari bangunan sekolah ini. Sekolah ini pun dekat dengan obyek wisata yang dikenalkan secara mandiri oleh masyarakat sekitar yang kemudian diberi nama dan dikenal sebagai "Telaga Aqua". Saya sempat bertanya mengapa namanya "Aqua"? Mereka menjawab bahwa di telaga tersebut airnya murni langsung dari sumber mata air dan dapat langsung diminum. Karena kemurniannya itu maka diberi nama tersebut.

Yang menarik perhatian saya adalah pengelolaan sekolah SMKnya. Mereka yang sekolah disana tidak dipungut biaya alias gratiiiis. Iyaa gratis. Kok bisa? Jawabannya itu tadi ada di pengelolaan warungnya. Mereka yang sekolah disana diharuskan untuk tinggal disana karena disana sudah dilengkapi penginapan yang dirintis akan menjadi sebuah pondok pesantren nantinya. Hasil dari warung tersebut digunakan untuk operasional SMK. 

TK

Selain SMK, disana ada juga TK dan MI. Semuanya ada disatu lokasi yang dengan kreatifitas nya mereka mendesain lokasinya menjadi lokasi yang nyaman untuk belajar meski minim fasilitas. Tapi jangan salah. Walaupun disana tidak ada sinyal sama sekali dari operator manapun yang ada di Indonesia, namun semuanya free wifi lhoo. Keren bukan? 

Operasionalnya
Ini lah pelajarannya bahwa ketika pendidikan berjalan bersama dengan kreativitas maka akan menciptakan pendidikan yang luar biasa yang tentunya bersama dengan niat dan tekad yang kuat. Sebagai penutup ada harapan dari salah satu pengelola dari tempat ini yaitu beliau berharap akan tercipta SDM-SDM yang terbaik yang kelak akan membangun daerah ini yang tidak hanya menjadi destinasi wisata baru tetapi juga menjadi daerah yang mampu memberikan inspirasi untuk yang lain.

Foto diambil oleh: Husniati Salma
Menggunakan: Smartphone Xiaomi Redmi 3 Pro
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

[jangan lupa tinggalkan komentar anda!!! ^_^]

Diberdayakan oleh Blogger.