Sabtu, 03 Desember 2016

Tak Mudah Tapi Harus


Ini adalah kisah dimana saya pertama kali melakukan sesuatu yang baru selama saya ikut bergabung di Kelas Inspirasi Tulungagung, yaitu menjadi Relawan Fasilitator. Sebelum-sebelumnya saya hanya berkutat menjadi Relawan Dokumentator sebagai Fotografer. Di Kelas Inspirasi Tulungagung ke 4 ini entah mengapa saya memilih untuk berpindah haluan. Pertama, karena saya ingin lebih mendalami Kelas Inspirasi. Kedua dan juga sangat mendukung keputusan saya yaitu karena kamera yang biasa menemani saya sedang berada jauh dari saya. Yes, ini adalah keputusan yang terbaik.
Tulungagung
(Sumber: "Indonesia Tanah Airku" STTV)
Tulungagung
(Sumber: "Indonesia Tanah Airku" STTV)

Di hari pertama ditentukan sebagai Relawan Fasilitator dan dikelompokkan dalam rombel (rombongan belajar) SDN Kedoyo 4 adalah hari dimana saya sempat bingung karena saya sama sekali belum kenal dengan orang-orang yang tergabung di dalamnya. Baik Mas Hanif maupun Mbak Yunida sebagai kawan sesama Relawan Fasilitator sekalipun. Ditambah lagi dengan Mas Dimas, Pak Suparno, Mbak Hapsari, Mbak Mita, Mas Rasyid, Om Endro, dan Mbak Nita yang kesemuanya begitu asing bagi saya. 
Akses menuju SDN Kedoyo 4
(Sumber: "Indonesia Tanah Airku" STTV)

SDN Kedoyo 4
(Sumber: "Indonesia Tanah Airku" STTV)

Dan cerita ini dimulai dari sini. Dari ketidak-kenalan itu, akhirnya saya memberanikan diri untuk menyapa mereka semua. Mas Hanif dan Mbak Yunida sebagai kawan sesama fasilitator terlebih dahulu karena bersama mereka, di kemudian hari setelah penentuan rombel itu lah kami survey ke SDN Kedoyo 4 sebagai fiksasi sebagai SD sasaran dalam Kelas Inspiasi Tulungagung 4 ini. Bergeser kemudian giliran menghubungi para Relawan Inspirator dan Dokumentator. Deal, akhirnya semua masuk dalam sebuah grup di WhatsApp.
10 orang berada dalam grup itu. Deg, saya langsung bingung apa yang seharusnya saya katakan pada mereka untuk pembukaan. Ini bukan perkara yang mudah. Jujur, meski sebelumnya saya berpengalaman dalam grup-grup WhatsApp lain tapi ini beda banget. Seperti ada sesuatu yang membuat saya takut untuk mulai. Disela-sela kegiatan saya di kampus, saya menyapa mereka semua dengan kalimat pengantar sebagai perkenalan. Dan boom, ternyata mereka antusias. Semangat itu tiba-tba datang dan membuat hari-hari saya menjadi begitu berbeda karena tidak pernah lepas dari smartphone semenjak itu.
Orang-orang dalam rombel SDN Kedoyo 4 ini pada dasarnya adalah orang-orang yang friendly, tidak pelit dengan ilmu, dan terbuka dengan siapapun. Terbukti dengan bahasa dan keramahan mereka ketika saya mencoba untuk menghubungi mereka satu-satu melalui private chat di WhatsApp. Tapi, hal yang paling membuat buthek (tidak jelas) pikiran adalah ketika pembicaraan berhenti seperti karena tidak ada relawan Inspirator maupun Dokumentator yang menanggapi atau pun karena Fasilitator kebingungan untuk membuka topik yang bisa membuat mereka semua terpancing untuk menanggapi. Ini sangat meracun pikiran. Ternyata tidak mudah untuk membuat orang lain tertarik dengan apa yang sedang kita bahas. Beruntung, ada Mas Dimas salah satu relawan Inspirator rombel saya yang dengan baik mau membagikan ilmunya tentang hal ini, tentang komunikasi.
Ternyata, untuk mengoprak-oprak (membangunkan) orang dari kesunyian itu tidak mudah. Membangunkan diri sendiri dari malas saja susah apalagi orang lain, terlebih jika orang-orang tersebut belum kita kenal dengan baik. Dan ya, ini lah yang terjadi pada saya. Di satu sisi Fasilitator dituntut untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi tanggungan rombel sebelum hari Inspirasi, namun di sisi lain ada relawan Inspirator dan Dokumentator dengan kesibukannya masing-masing yang sepertinya membutuhkan lebih banyak perhatian dari para relawan Fasilitator ini. Luar biasa, menjadi Fasilitator itu tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya.
Hari briefing Kelas Inspirasi Tulungagung 4 adalah hari dimana rombel ini untuk pertama kalinya bertemu dan berdiskusi secara langsung. Bayangkan, pertama kali ketemu dan langsung membahas hal yang sangat urgent yaitu untuk hari Inspirasi. Beruntung, sejak saat itu saya merasa sudah mengenal mereka jauh sebelum itu sehingga atmosfer yang terjadi di pertemuan itu menjadi mengalir begitu saja. Komunikasi menjadi lebih enak dan menjadi lebih intens. 

Adik-adik SDN Kedoyo 4
Hari Inspirasi, hari Senin, 14 November 2016, hari yang ditunggu-tunggu. Mas Hanif, Mas Dimas, Mbak Hapsari, dan Mbak Mita memutuskan untuk menginap di Villa “Telaga Aqua” di Desa Geger, Sendang. Sedangkan saya, Mbak Yunida, dan Mas Rasyid berangkat pukul 05.00 WIB dari rumah menuju SDN Kedoyo 4 dan Pak Suparno berangkat dari kediaman teman di Sendang. Sedih menghinggapi, tatkala 2 relawan Dokumentator yaitu Om Endro dan Mbak Nita berhalangan hadir karena sesuatu hal. Ketika itu saya sempat down karena dalam posisi kekurangan Dokumentator, beruntung ada rekan dari STTV yang sedang bertugas meliput sehingga kami seolah mendapat pencerahan karena mereka dapat menjadi rekan untuk mendokumentasikan kegiatan.

Rombel KITa4 SDN Kedoyo 4
Masalah kembali muncul, ketika apa yang sudah direncakan yaitu matrik untuk relawan Inspirator berpindah-pindah kelas sesuai dengan jadwalnya masing-masing harus dirombak habis-habisan di tengah jalan. Kondisi akhirnya mengizinkan. Bersyukur sekali ada Mas Hanif dan Mbak Yunida yang lebih dewasa dan lebih mengerti. Saya mah apa atuh. Hanya seorang anak kecil yang berusaha untuk mengerti. Yaa, saya merasa kurang sekali, ilmunya sedikit. Thanks a lot semuanya.

Hadapilah maka kamu akan menang
Tidak lama setelah selesai acara di sekolah, ketika menuju lokasi Refleksi, malang kembali menyapa seolah tak membiarkan kita move on, sombong, dan Tuhan ingin kita sebagai satu rombel ini untuk menjalin kebersamaan lebih. Apa itu? Kendaraan salah satu relawan mengalami masalah. Cukup satu kali? Tidak. Dua kali mengalami masalah. Kondisi yang saatu itu hujan dan kondisi jalan yang tidak terbayangkan, kami harus mengalami ini. Saya harus mengakui dan harus banyak bersyukur. Tuhan selalu memiliki rencana yang indah yang terbaik untuk kita. Dan ini yang terbaik. Ini yang terindah.
Bersama
Sesampainya di lokasi Refleksi, semua sudah bubar. Tersisa beberapa relawan panitia yang sedang merapikan lokasi. Sedih, tetapi bahagia. Sedih karena kami tidak bisa ikut Refleksi. Bahagia karena rombel kami bisa lebih mengenal dan berjuang bersama. Dan yang paling penting, kami disambut oleh para relawan panitia karena mereka sudah berjam-jam menunggu kabar dari kami yang lost contact ini. Pecaaaaah, unbelievable and unforgettable moment.


Catatan KITa4 Experience - Husniati Salma, Fasilitator


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

[jangan lupa tinggalkan komentar anda!!! ^_^]

Diberdayakan oleh Blogger.