Minggu, 07 Mei 2017

Petualangan Meraih Bintang

Aqila (9 tahun) adalah anak yang sangat gandrung pada sains namun kurang punya minat belajar Al Qur’an.  Aqila memiliki seorang kakek yang berprofesi sebagai astronom dan tinggal di Pusat Peneropongan Bintang Boscha. Aqila bermaksud membuat tugas sekolahnya yang berhubungan dengan astronomi, Kakeknya memberi izin pada Aqila untuk menggunakan teropong bintang di Boscha untuk menyelesaikan tugasnya, namun dengan satu syarat: Aqila harus bisa membaca Al Qur’an. Aqila menyanggupinya. Saat di rumah kakeknya Aqila bertemu Ros, anak dari seorang pembantu di sana. Ros mengajaknya bermain di sebuah masjid.  Di masjid inilah Aqila belajar membaca Al Qur’an dengan metode Iqro, yang fun, berirama dan dibawakan secara ringan. Pengalaman Aqila belajar Al Qur’an dan teladan dari kakeknya Inilah yang  menggugah mata hatinya, tentang kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta.

Film IQRO
Di atas adalah synopsis dari film IQRO: Petualangan Meraih Bintang yang diproduksi oleh Masjid Salman ITB dan Salman Film Academy, karya sutradara Iqbal Alfajri. Film tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 26 Januari 2017. Film yang cukup menyita perhatian saya karena membawa jalan cerita yang sederhana tapi dengan nasehat yang luar biasa. Dan benar saja, Alhamdulillah mendapat kesempatan untuk bisa menikmati film ini di Golden Theatre Tulungagung, sebuah nonton bareng (nobar) yang diselenggarakan oleh Pena Ananda Club bersama anak yatim, saya dibuat menitikkan air mata dengan cerita dan murottal yang menghiasi film tersebut.


Salah Satu Adegan dalam Film IQRO

Suasana Seusai Nobar

Suasana Seusai Nobar
Bagi saya, film ini bukan sekedar film yang memberikan hiburan, tetapi juga tuntunan yang baik terutama untuk anak dan keluarga untuk terus belajar dan tidak lupa dengan ibadah. Selain itu, film ini mengajarkan untuk berbuat baik pada sesama dan kepada orang yang lebih tua.

“Kamu tahu Aqila bagaimana ibumu bisa mendapatkan nilai baik di sekolah? Rahasianya adalah shalat subuh. Setiap setelah shalat subuh, ibumu akan belajar, dan belajar pada saat itu adalah waktu terbaik karena pikiran masih fresh sehingga ilmu akan lebih mudah dikuasai.”
Kurang lebih seperti itu, dialog yang paling berkesan yang selalu saya ingat.

Anyway, ini film recommended banget. Karena ilmu itu harus dijemput bukan ditunggu. Yahya bin Abi Katsir Al-Yamani berkata: “Ilmu itu tidak bisa didapat dengan jasmani yang santai.” (Riwayat Muslim dalam kitab Masajid Bab Auqat Ash-Shalawat Al-Khams, lihat Jami’ Bayanil ‘Ilmi dengan tahqiq Abul Asybal no. 553).
Diberdayakan oleh Blogger.